Home / Tempat Wisata / 6 Istana Negara Indonesia Milik Kepresidenan RI

6 Istana Negara Indonesia Milik Kepresidenan RI

6 Istana Negara Indonesia Milik Kepresidenan RI

Walaupun Indonesia adalah negara berbentuk republik, namun rupanya terdapat sebuah istana di dalam Tanah Air ini. Setidaknya, terdapat 6 istana Negara Indonesia yang berhasil Wisatalah rangkum. Siapa tahu, dari beberapa list istana Kepresidenan bawah ini nantinya Anda ingin berkunjung dan berwisata sejenak sembari selfie di depan istana di Indonesia tersebut. Ingin tahu di mana saja? Yuk, simak langsung!

Daftar Istana Negara Indonesia

1. Istana Negara

Istana Negara Indonesia
via wajibbaca.com

Rupanya Istana Negara dan Istana Merdeka yang selama ini kita kenal letaknya menjadi satu! Dua gedung istana ini terletak dalam satu kompleks di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Istana ini berupa dua bangunan utama seluas 6,8 hektar dan berada di Jalan Medan Merdeka Utara dan Jalan Veteran. Istana Negara Indonesia mulai dibangun pada tahun 1796 dan selesai tahun 1804. Awalnya bangunan ini diperuntukkan sebagai rumah peristirahatan luar kota milik pengusaha Belanda, J A Van Braam. Saat ini Istana Negara dipakai untuk menyelenggarakan acara-acara kenegaraan, antara lain pelantikan pejabat-pejabat tinggi negara, pembukaan musyawarah dan rapat kerja nasional, kongres bersifat nasional dan internasional, dan jamuan kenegaraan.

2. Istana Merdeka

Istana Merdeka Istana Presiden Indonesia
via: tagarnews

Istana Merdeka dibangun pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal J.W. van Lansberge tahun 1873. Istana ini sering disebut sebagai Istana Gambir karena banyaknya pohon Gambir yang tumbuh di sekitar Lapangan Koningsplein. Istana Merdeka menjadi saksi sejarah penandatanganan naskah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat (RIS) oleh Pemerintah Belanda pada 27 Desember 1949. Saat Bendera Merah Putih berkibar, ratusan ribu orang berteriak menyerukan “Merdeka!”. Sejak saat itulah istana negara Indonesia ini dinamakan Istana Merdeka. Saat ini Istana Merdeka diperuntukkan untuk menyelenggarakan acara-acara kenegaraan, antara lain Peringatan Detik-detik Proklamasi, upacara penyambutan tamu negara, penyerahan surat-surat kepercayaan duta besar negara sahabat, dan pelantikan perwira muda (TNI dan Polri).

3. Istana Bogor

Istana Bogor Istana di Indonesia Kepresidenan
via disparbud.jabarprov.go.id

Pasti Anda sudah tidak asing dengan istana negara Indonesia yang satu ini. Terletak di sebuah taman luas dengan pepohonan, danau dan hamparan rumput hijau segar siap menyambut Anda jika berkunjung ke sini. Ya, Istana Bogor! Istana yang berbentuk tingkat tiga ini dulunya bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”. Awalnya istana di Indonesia ini digunakan sebagai tempat peristirahatan, namun dengan berbagai perubahan yang dilakukan pada bangunannya seiring dengan berjalannya waktu, rumah peristirahatan ini pun berubah menjadi istana paladian dengan luas halaman mencapai 28,4 hektare dan luas bangunan 14.892 m². Istana Kepresidenan Indonesia ini sempat rusak parah pada tahun 1834 akibat gempa bumi karena meletusnya Gunung Salak. Lalu sejak tahun 1950, Istana Bogor mulai dipakai oleh pemerintah Indonesia dan resmi menjadi salah satu dari Istana Presiden Indonesia. Salah satu keunikan dari Istana Bogor adalah keberadaan rusa-rusa yang didatangkan dari Nepal yang tetap dijaga sampai hari ini. Sudah menjadi kebiasaan warga Bogor untuk berjalan-jalan pada akhir pekan di seputaran Istana Bogor sembari member makan rusa-rusa tersebut. Bagi mereka yang ingin mengunjungi Istana Bogor, dapat meminta ijin ke Kepala Rumah Tangga Kepresidenan.

4. Istana Tampak Siring

Istana Tampak SIring Istana Negara Indonesia
via tiaraasia.com

Letaknya berada di Desa Tampaksiring, Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar, Bali. Istana negara Indonesia yang satu ini cukup berbeda dengan istana Kepresidenan Indonesia sebelumnya karena bangunannya yang dibangun setelah masa Indonesia merdeka. Di balik dari namanya, istana di Indonesia ini memiliki makna yakni tampak artinya “telapak” dan siring artinya “miring”. Menurut legenda, nama itu berasal dari Raja Mayadenawa. Raja Mayadenawa ini adalah seorang raja yang memiliki sifat angkara murka. Saat Batara Indra mau menghukum Raja Mayadenawa, ia melarikan diri dengan memiringkan telapak kakinya agar jejak kakinya tidak dikenali. Namun, pada akhirnya Raja Mayadenawa berhasil ditangkap. Kawasan hutan yang dilalui Raja Mayadenawa sambil memiringkan telapak kakinya itulah yang dinamakan Tampaksiring. Istana Tampak Siring didirikan atas prakarsa Presiden Soekarno yang menginginkan tempat peristirahatan berhawa sejuk dan jauh dari keramaian kota. Istana Tampak Siring diarsiteki oleh R.M Soedarsono dan memiliki empat gedung utama. Empat gedung utama itu antara lain adalah Wisma Merdeka, Wisma Yudhistira, Wisma Negara, dan Wisma Bima.

5. Gedung Agung Yogyakarta

Gedung Agung Yogyakarta Istana Negara Indonesia
via hardivizon.com

Istana negara Indonesia yang berlokasi di Yogyakarta ini bernama Gedung Agung, tepartnya berada di Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Gedung utama kompleks istana ini dibangun pada Mei 1824 dan diprakarsai oleh Anthony Hendriks Smissaerat, Residen Yogyakarta ke-18 yang menginginkan adanya “istana” untuk para Residen Belanda. Pada 10 Juni 1867, bangunannya sempat roboh akibat gempa bumi. Pada 1869, bangunan baru selesai didirikan kembali. Kemudian, di 6 Januari 1946, ibukota negara dipindahkan ke Yogyakarta. Gedung Agung pun berubah menjadi Istana Kepresidenan Indonesia dan menjadi tempat tinggal Presiden Soekarno beserta keluarganya. Pada saat ini, selain menjadi kantor dan kediaman resmi Presiden RI, Gedung Agung pun berfungsi untuk menerima tamu-tamu negara. Di Gedung Agung, setiap 17 Agustus diadakan peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan untuk DIY dan Parade Senja setiap tanggal 17 April. Salah satu keunikan dari Gedung Agung Yogyakarta adalah di halaman istananya. Anda dapat melihat monumen batu andesit setinggi 3,5 meter bernama Dagoba yang berasal dari Desa Cupuluwatu dekat Candi Prambanan.

6. Istana Cipanas

Istana Cipanas Gambar Istana Negara Indonesia
via klikhotel.com

Istana negara Indonesia yang keenam adalah Istana Cipanas yang letaknya cukup ekstrim yakni berada di kaki Gunung Gede, Jawa Barat. Istana di Indonesia ini berdiri di areal seluas 26 hektar di mana hanya 7.760 m2 yang digunakan untuk bangunan sementara selebihnya dipenuhi dengan tanaman dan kebun tanaman hias yang asri, kebun sayur, dan hutan kecil. Bangunan induk istana awalnya adalah kepunyaan pribadi seorang tuan tanah Belanda yang dibangun tahun 1740. Sejak masa pemerintahan Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff, bangunan ini menjadi tempat peristirahatan Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Di masa pendudukan Jepang, bangunan istana negara Indonesia ini digunakan sebagai tempat persinggahan para pembesar Jepang. Setiap ruangan di Istana Cipanas ini dilengkapi dengan perabotan dari kayu. Di istana Kepresidenan Indonesia ini juga tersimpan berbagai koleksi ukiran Jepara dan lukisan dari maestro seni lukis Indonesia.

Nah, bagaimana, nih? Setelah mengetahui ke 6 Istana Negara Indonesia, Anda tertarik untuk berkunjung dan mendengar sejarahnya lebih dalam? Tidak ada salahnya untuk berkunjung ke salah satu istana negara yang ada di Indonesia untuk mendokumentasikan sejarah Indonesia sekaligus berselfie ria di sekitar lingkungan istana Presiden. Selamat mencoba!

Yuk di-Share :
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
  •  
    3
    Shares
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars 5.00 (1 votes)
Loading...

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *