Home / Tips & Trick / Kompensasi Keterlambatan Penerbangan Delay Pesawat

Kompensasi Keterlambatan Penerbangan Delay Pesawat

Jenis kompensasi keterlambatan penerbangan

“Waktu adalah uang”. Pepatah ini sangat cocok bagi Anda yang merasa dirugikan ketika pesawat yang akan di naiki terlambat (delay). Keterlambatan kedatangan pesawat ini kerap kali membuat penumpang merasa geram. Tapi, tahukah Anda bisa mendapatkan kompensasi atas keterlambatan pesawat tersebut ? Untuk informasi selengkapnya, mari simak ulasan kompensasi keterlambatan penerbangan berikut

Definisi dan Jenis Keterlambatan Pesawat

kompensasi keterlambatan penerbangan Delay Pesawat
Sumber: www.pegipegi.com

Merujuk pada Pasal 1 Angka 30 UU No. 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, “Keterlambatan adalah terjadinya perbedaan waktu antara waktu keberangkatan atau kedatangan yang dijadwalkan dengan realisasi waktu keberangkatan atau kedatangan”. Jadi, keterlambatan / delay pesawat dapat diartikan sebagai perbedaan jadwal yang ada pada tiket Anda dengan jadwal sesungguhnya.

Dalam hal terjadinya keterlambatan pesawat ini, Menteri Perhubungan telah mengatur hak konsumen dan kewajiban maskapai penerbangan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 89 Tahun 2015 tentang Penanganan Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) pada Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal di Indonesia. Pada Pasal 2 Permenhub 89/2015 tersebut, keterlambatan penerbangan pada badan usaha angkutan udara niaga berjadwal terbagi 3 yaitu:

  1. Keterlambatan Penerbangan (Flight Delayed);
  2. Tidak terangkutnya penumpang dengan alasan kapasitas pesawat udara (Denied Boarding Passenger); dan
  3. Pembatalan Penerbangan (Cancelation of flight).

Kompensasi Keterlambatan Penerbangan (Delay Management) Menurut Permenhub 89/2015

Kompensasi Keterlambatan Penerbangan
Sumber: hukumonline

Menurut Pasal 3 dan Pasal 9 Ayat 1 Permenhub 89/2015, apabila terjadi keterlambatan pesawat sebagaimana yang dimaksud pada pasal 2 Permenhub 89/2015 di atas, maka pihak maskapai penerbangan wajib memberikan kompensasi keterlambatan penerbangan sebagai berikut:

Menurut Pasal 3 dan Pasal 9 ayat 1 Permenhub 89/2015, apabila terjadi keterlambatan pesawat sebagaimana yang dimaksud pada pasal 2 Permenhub 89/2015 di atas, maka pihak maskapai penerbangan wajib memberikan kompensasi berdasarkan kategori keterlambatan sebagai berikut:

Kompensasi Keterlambatan Pesawat Menurut Permenhub 89/2015
KategoriDelay PesawatKompensasi (Pasal 9 Ayat 1)Pengalihan Penerbangan / Refund Ticket
130 s/d 60 menitMinuman RinganTidak
261 s/d 120 menitMinuman dan Makanan Ringan (Snack Box)Ya
3121 s/d 180 menitMinuman dan Makanan Berat (Heavy Meal)Ya
4181 s/d 240 menitMinuman, Makanan Ringan (Snack Box), dan Makanan Berat (Heavy Meal)Ya
5> 240 menitGanti Rugi Sebesar Rp 300.000,-Ya
6Pembatalan PenerbanganPengalihan ke penerbangan berikutnya atau mengembalikan seluruh biaya tiket (refund tiket)Ya

Menurut Pasal 4 Permenhub 89/2015, ganti rugi yang dimaksud pada kategori 5 pada tabel di atas adalah ganti rugi sebesar Rp 300.000,- yang wajib di asuransikan kepada perusahaan asuransi dan telah sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Pemberian ganti rugi ini dapat pula berupa uang tunai atau voucher yang kemudian dapat Anda uangkan kembali melalui transfer rekening. Namun perlu dicatat, dateline pencairan voucher ganti rugi melalui transfer rekening hanya dapat dilakukan maksimal 3 x 24 jam sejak keterlambatan dan/atau pembatalan penerbangan tersebut.

Syarat dan Ketentuan Kompensasi Keterlambatan Penerbangan

Kompensasi Delay Pesawat
Sumber: guratankaki.com

Meskipun konsumen mendapatkan kompensasi pada setiap kategori keterlambatan pesawat, pihak maskapai penerbangan juga dapat dibebaskan dari tanggung jawab atas pemberian kompensasi kepada konsumen. Hal ini di atur dalam Permenhub 89/2015 Pasal 5 Ayat 3, 4, dan 5 serta Pasal 6 Ayat 2 yang mana pihak maskapai penerbangan tidak memberikan kompensasi keterlambatan penerbangan yang disebabkan oleh faktor-faktor non-manajemen sebagai berikut:

Faktor Keterlambatan Pesawat yang tidak ditanggung Maskapai
KeteranganDefinisiKendala
Faktor Teknis OperasionalFaktor yang disebabkan oleh kondisi bandara baik pada saat keberangkatan ataupun kedatangan·         Bandara keberangkatan atau tujuan tidak dapat digunakan operasional pesawat udara

·         Lingkungan menuju bandara (landasan) terganggun fungsinya seperti retak, banjir, ataupun terjadi kebakaran

·         Terjadi antrian take off, langsing, atau lokasi waktu keberangkatan (departure slot time) di bandara

·         Keterlambatan pengisian bahan bakar (refuelling)

Faktor CuacaFaktor yang disebabkan oleh bencana alam atau keadaan cuaca yang ekstrim sehingga terjadi penundaan waktu keberangkatan·         Hujan Lebat (Ekstrim)

·         Banjir

·         Petir

·         Badai

·         Kabut Asap

·         Jarak pandang di bawah standar minimal

·         Kecepatan angin yang terlalu ekstrim atau melampaui standar maksimal penerbangan

Faktor Lain-lainFaktor keterlambatan yang disebabkan diluar dari faktor manajemen, operasional, dan cuaca.·         Terjadi kerusuhan di wilayah bandara keberangkatan ataupun tujuan

Jadi, berdasarkan UU No. 1 Tahun 2009 dan Permenhub No. PM 89 Tahun 2015, hak konsumen yang wajib diberikan pihak maskapai ketika terjadi keterlambatan pesawat hanya keterlambatan yang diakibatkan oleh faktor manajemen (delay management) seperti keterlambatan kru pesawat (pilot, co-pilot, serta awak kabin), keterlambatan penanganan di darat, dan ketidakpastian pesawat.

Maskapai Paling On Time dan Paling Banyak Delay Pesawat

Kompensasi Keterlambatan Penerbangan Lion Air
Sumber: www.harnas.co.id

Berdasarkan laporan OAG Flight pada Juni 2017 silam yang melakukan riset terhadap lebih dari 80 persen jadwal penerbangan seluruh dunia, Citilink Indonesia menduduki peringkat pertama On Time Performance (OTP) di tahun 2017. Hasil riset tersebut berdasarkan ketepatan waktu (On Time Performance) penerbangan sebagian besar maskapai dan bandara dunia. Hasil survey yang dimaksud dapat dilihat pada tabel berikut ini:

MaskapaiOTP

(%)

PeringkatTingkat Pembatalan

(%)

Jumlah PenerbanganPeringkat Global
Citilink Indonesia90,9140,16.55299
Batik Air86,7260,310.49262
Lion Air81,6470,119.18329
Garuda Indonesia69,2760,818.30033
Sriwijaya Air59,9910,16.91893
Indonesia AirAsia56,5980,02.560168
Indonesia AirAsia X55,61010,81.463224

Demikian ulasan singkat mengenai Kompensasi Keterlambatan Penerbangan yang telah di atur dalam UU dan Permenhub. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat membantu para traveller untuk meminta hak konsumen apabila terjadi keterlambatan penerbangan atau delay pesawat yang disebabkan oleh faktor manajemen.

Yuk di-Share :
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    3
    Shares
  •  
    3
    Shares
  • 3
  •  
  •  
  •  
  •  
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars 5.00 (3 votes)
Loading...

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *