Home / Event / Waisak di Borobudur Dengan Festival 1000 Lampion

Waisak di Borobudur Dengan Festival 1000 Lampion

Festival Lampion Di Borobudur
Waisak di Borobudur Dengan Festival 1000 Lampion
Rate me? =)

Waisak Di Borobudur Moment yang tak kalah menarik pada perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur adalah pelepasan 1000 lampion. Seperti tahun-tahun sebelumnya, di tahun 2017 ini, perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur kembali digelar. Seperti apakah kemeriahan peringatan Hari Raya Waisak di Borobudur dengan Festival 1000 Lampion ? Selengkapnya, mari simak ulasan berikut dan catat jadwalnya agar tidak ketinggalan moment ini.

Hari Raya Waisak Di Borobudur Festival Lampion
Sumber: travel.kompas.com

Hari Raya Waisak adalah hari suci bagi umat beragama Buddha yang diselenggarakan di setiap tahun pada Bulan Mei ketika terang bulan (purnama sidhi). Perayaan Waisak digelar untuk memperingati Trisuci Waisak yaitu memperingati Kelahiran Pangeran Siddharta, Pangeran Siddharta mencapai Penerangan Agung dan Menjadi Buddha di Buddha Gaya, dan Wafatnya Buddha Gautama (Pangeran Siddharta) di usia 80 tahun.

Di seluruh daerah di Indonesia, seluruh umat beragaman Buddha akan merayakan hari raya Waisak pada tanggal 10 – 11 Mei 2017 mendatang. Perayaan Hari Raya Waisak tak lepas dari moment pelepasan lampion. Pelepasan ribuan lampion ini menjadi salah satu moment paling ditunggu-tunggu oleh wisatawan ketika menyaksikan prosesi upacara Waisak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Hari Raya Waisak Di Borobudur
Sumber: tetuka.co.id

Sebelum pelepasan 1000 lampion, umat Buddha melakukan beberapa ritual beberapa hari sebelumnya. Diantaranya seperti mengambil Ari Suci dari mata air murni di Jumprit, Kabupaten Temanggung. Jumlah Air Suci yang di ambil sekitar 10.000 botol dan 70 kendi. Kemudia air suci ini akan disimpan di Candi Mendut yang lokasinya tak jauh dari Candi Borobudur. Ritual ini dipercaya untuk mengalirkan kebaikan dalam kehidupan.

Ritual menyalakan obor Waisak diadakan sehari sesudah ritual pengambilan Air Suci. Sumber api pada obor Waisak di ambil dari api abadi di Mrapen yaitu Desa Grobongan, Purwodadi, Jawa Tengah. Api ini pun juga akan disimpan di Candi Mendut untuk digunakan pada puncak perayaan Waisak di Candi Borobudur. Umat Buddha percaya bahwa Api adalah lambang Cahaya. Cahaya dipercaya dapat menghapus kesuraman dan mendatangkan terang. Api juga dipercaya dapat membersihkan segala jenis kotoran batin dengan cara membakarnya.

Perayaan Waisak Di Candi Borobudur
Sumber: indonesiatrip.id

Selanjutnya ritual Pindapatta yaitu ritual dimana Biarawan Buddha (Bikku dan Bikkhuni) menerima persembahan makanan dari Jemaat Buddha. Bikku dan Bikkhuni akan berjalan dengan menundukkan kepala sambil memegang mangkuk melewati seluruh jemaat. Ritual ini dipercaya sebagai latihan moral baik bagi biarawan serta pengikut Buddha dengan cara memberi dan menerima.

Waisak di Borobudur Dengan Festival 1000 Lampion
Sumber: phinemo.com

Pada Puncak perayaan Waisak, para Biksu dan jemaat Buddha akan memulai perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa Air Suci dan Api yang telah disimpan sebelumnya dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Perjalanan ini akan melewati Candi Pawon, Sungai Elo, dan Sungai Progo. Selama perjalanan, para biarawan akan membacakan ayat-ayat suci dari Kitab Suci Buddha selama tiga jam perjalanan.

Sesampainya di pelataran Candi Borobudur, para jemaat akan melakukan persembahan seperti dari bunga, lilin, dan dupa yang akan ditempatkan di altar tepat di depan Patung Buddha. Hingga malam tiba, perayaan Waisak di Borobudur semakin megah diterangi cahaya lilin. Selanjutnya para jemaat akan membacakan Ghata Visaka Puja. Kekhusukan jemaat semakin terasa hangat di bawah terang bulan langit Candi Borobudur. Setelah membacakan doa suci, dilanjutkan dengan ritual mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali yang disebut dengan ritual Pradaksina.

Festival Lampion Di Candi Borobudur
Sumber: www.pesonaindo.com

Akhir dari ritual suci ditandai dengan pelepasan ribuan Lentera Puja (Lampion) sebagai pencerahan bagi seluruh alam semesta ini. Sebelum melepaskan lampion, seluruh jemaat akan menghaturkan doa dan harapan. Selanjutnya para Biksu akan memimpin tiap-tiap kelompok untuk lampion untuk dilepaskan bersama doa dan harapan.

Ketika lampion memenuhi langit, perayaan Waisak di Borobudur pun terasa semakin megah, indah, dan sakral. Serentak ketika itu pula, cahaya ribuan lampion yang kontras dengan pekat langit malam di atas Candi Borobudur semakin memeriahkan perayaan Hari Raya Waisak. Pelepasan lampion ini akan menghantarkan doa dan harapan para jemaat kepada Tuhan.

Festival Lampion Di Borobudur
Sumber: phinemo.com

Perlu dicatat, untuk dapat menyaksikan pelepasan ribuan lampion di Candi Borobudur, peserta dan wisatawan harus mengenakan pakaian yang sopan baik atasan maupun bawahan. Untuk wisatawan perempuan tidak diperbolehkan mengenakan pakaian yang ketat atau rok mini. Hal ini dilakukan untuk menghormati umat Buddha yang sedang beribadah.

Festival 1000 Lampion Di Candi Borobudur
Sumber: tetuka.co.id

Bagi sobat yang penasaran dengan kemegahan dan keindahan serta kesan sakral pelepasan ribuan lampion pada perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur, silahkan catat dan hadiri jadwal perayaan Waisak di Borobudur dengan 1000 Lampion pada tanggal 10 Mei 2017 berikut ini:

10 Mei 2017

  • 11.00 Prosesi Acara dari Mendut ke Borobudur
  • 15.00 Acara di Candi Borobudur
  • 18.00 Istirahat dan Makan Malam
  • 19.00 Lanjutan Perayaan Waisak sampai selesai
  • 24.00 Pelepasan Lampion sampai dengan selesai (sekitar 2 jam)
Yuk di-Share :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Leave A Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *